"Bermula dari kehadiran seorang perempuan cantik berdarah Kawanua, Lience Tambayong, istri kedua Domu Siregar, di rumahnya. Selanjutnya teror demi teror mengusik kehidupan Diah Pramesti, sang istri tua. Beruntung, Diah memiliki tiga buah hati yang memberinya energi untuk bertarung." "Meski tertatih, perceraian tidak membuat Diah gamang meniti hidup. Melalui tulisan, Diah bercerita tentang lika-liku hidupnya. Namun Diah tetaplah seorang perempuan yang mendamba kesejatian. Di komunitas penulis Qalam, ia bertemu Martin Rahman, seorang laki-laki dengan masa lalu yang misterius. Benarkah Martin adalah soulmate yang ditunggu Diah selama ini? " "Ada yang mengalir kuat dalam setiap fragmen kisah yang teramu apik dengan bingkai sangat manusiawi ini. Beginilah seorang Pipiet Senja mengguyur dunia dengan sebuah thesis kearifan hidup-nya. Rasanya, masih banyak cerita di balik lembar-lembar novelnya ini. Cerita yang menunggu kejujuran kita menyingkap makna. Demikianlah pena dakwah memulainya... Dengan sebuah tanda tanya." Amatullah Shafiyyah, penulis. |