Sahabat dapat membaca berbagai macam buku dimana dan kapan saja dengan Virtual XBook.
Daftar Sekarang! Gratis!

Email: Password:

Lupa Password Anda? Klik disini untuk bantuan!

Meutia
Judul : Meutia
    Sudah Henti Bertanya
Penulis : T.I Thamrin
Penerbit : Imparsial
ISBN : 979-9381-53-3
Kategori : Fiksi -> Cerpen
Text Bahasa : Indonesia
Jml. Halaman : 155
Harga : Beli Buku Digital     : 21 poin » Beli
Sewa Buku Digital : 2 poin » Sewa
Beli Buku Cetak     : 28 poin » Beli Cetak
» Contoh Halaman
Sinopsis :  

".. membaca cerpen ini, maka kita akan mendapatkan kesempatan untuk memiliki pengetahuan komparatif antara Aceh den Luar Aceh. Apakah yang dilakukan orang Aceh untuk keluar dari kemiskinan sama halnya orang Luar Aceh? Bagaimana mindset perempuan Aceh dalam "menyelamatkan keturunan" sama halnya dengan kaum marjinal di Luar Aceh? Apakah yang dilakukan perempuan Aceh dan Laur Aceh ketika berhadapan dengan pelecehan seksual hingga pemerkosaan dan penyiksaan yang dilakukan kaum serdadu? Bagaimana sikap masyarakat terhadap korban pemerkosaan di Aceh danluar Aceh? Kesemua itu terjelaskan dalam konstruk-konstruk sosial yang dibangun oleh Thamrin.

Apalagi, Thamrin mendirikan semua konstruk sosial itu di atas fondasi realiisme sosial—meskipun dalam bentuknya yang lunak. Namun, pahit-getir sebagai perantau Aceh yang lintas wilayah dan zaman politik telah memperkaya dan memperkuat karya ini. Memang salah satu nilai lebih dari kumpulan cerpen adalah keanekaan kisah yang memberikan keanekaan pengetahuan pembacanya."Otto Syamsuddin Ishak ---------------------

Di Metro TV, 23 Januari 2004, saya mengatakan: Sungguh saya tidak mengerti mengapa bencana yang begitu besar memukul suku bangsa yang paling saya hormati. Aceh adalah suku bangsa pertama yang menyambut kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan hanya membelikan hadiah pesawat Dakota, Aceh tak pernah kalah oleh siapa pun. Orang-orang Aceh punya keberanian individu, lainnya hanya pintar tawuran. Setiap kali ada yang datang dari suku Aceh saya selalu minta maaf sebagai orang Jawa. Sudah lebih 100 tahun orang Jawa memerangi Aceh. Saya ikut-ikutan bersalah. Kalau ada mahkamah pengadilan perang, Megawawati pun bisa diseret karena ia pun ikut mengirim tentara ke Aceh. Mengapa menghadapi mereka dengan senjata? Orang Aceh pun bisa diajak bicara. Karena itu pula, saya menghargai penerbitan karya sastra yang membela Aceh seperti Meutia Sudah Henti Bertanya ini. Pramoedya Ananta Toer Bojonggede, 13 Juni 2005.

Bookmark and Share
Koleksi lainnya dari penulis - T.I Thamrin
Jembatan Penyeberangan
Jembatan Penyeberangan
Penulis : T.I Thamrin
[ Virtual XBook ]

Bidadari Hitam
Bidadari Hitam
Penulis : T.I Thamrin
[ Self-Publishing ]

Agam
Agam
Penulis : T.I Thamrin
[ Virtual XBook ]

Koleksi sejenis
Ketika Istri Tidak di Rumah
Ketika Istri Tidak di Rumah
Penulis : K. Usman
[ Self-Publishing ]

Bulan Di Atas Grotte Markt
Bulan Di Atas Grotte Markt
Penulis : Sinta Yudisia Wisudanti
[ Gema Insani Press ]

Pengantin Luka
Pengantin Luka
Penulis : K. Usman
[ Penerbit Buku Kompas ]



Kembali
Tentang Kami | Hubungi Kami

© 2009. PT XBook Sistem Indonesia [Beta V.2]