Subuh yang hening di kampung Tanjung dihebohkan kehadiran kembali Tantini. Pengantin baru itu minggu lalu dipestakan. Setelah itu ia diboyong suaminya ke kota provinsi. Tiba-tiba dia turun dari mobil carteran dengan tergopoh-gopoh bersama tetesan-tetesan embun yang masih terus turun. Sambil menurunkan kopor-kopor dan bawaan lainnya, dia berseru, memanggil ibunya dan kedua adik perempuannya. Para tetangga membuka jendela. Mereka terkejut mendengar suara Tantini. Apakah gerangan yang terjadi pada Tantini? Mengapa ia kembali lagi ke kampung halamannya? Mengapa ia meninggalkan suaminya yang pintar dan kaya itu? |