Detail Buku
Desas- Desus
(Dilihat 654 kali)
- Judul
- :
- Desas- Desus
- Penulis
- :
- Roni Hidayat
- Penerbit
- :
- Virtual XBook
- Kategori
- :
- Fiksi -> Cerpen
- Teks Bahasa
- :
- Indonesia
- Jumlah Halaman
- :
- 20
- Harga
- :
- Gratis
-
Baca buku ini
Sinopsis
Cerita tentang suami istri yang begitu besar baktinya terhadap orang tuanya di kampung yang sudah tua dan sakit-sakitan. Santri dari kota ini kemudian dihadapkan pada persoalan-persoalan yang merupakan efek samping dari pemahaman keagamaan yang ada. Tentang beda budaya antara warga kampung dengan pasangan dari kota itu. Iwan dan Istrinya yang sering disebut islam fundamentalis, islamnya Osamah. Desas-desus pun berkembang. Warga kampung menjadi tegang karena hasutan orang-orang yang tidak senang terhadap keberadaan pasangan itu, terutama istri si laki-laki yang di tuduh sebagai biang keladi dari semua yang terjadi, termasuk “kafirnya” si Iwan yang merupakan pemuda idola sejak remaja di kampug itu. Desas-desus yang beredar di masarakat adalah akan ada pengusiran terhadap mereka utamanya istri Iwan, Mutia. Motivasinya tidak lain untuk menyelamatkan keberislaman mereka dari ancaman “pengkafiran” yang dilakukan oleh istri Iwan. “demi Islam dan anak-anak kita” Desas-desus ini diketahui Haji Toyib, tokoh setempat yang menaruh simpati terhadap keluarga baru ini. Dalam dialog itu Pak Haji memberikan semacam wejangan terhadap Iwan perihal bagaimana berakhlak karimah. Bagaimana memahamai nalar masyarakat. Bagaimana cara menggauli mereka. Intinya bagaimana seharusnya hidup di tengah-tengah masarakat dengan tingkat pemahaman agama dan toleransi yang begitu tipisnya. Cerita ini mencapai klimaksnya ketika istri Iwan jatuh sakit pada tengah malam. Tetangga tidak ada yang mau menolongnya. Mereka semua bersikap sinis. Apalagi hari-hari itu adalah sedang hangat-hangatnya desas-desus tentang rencana pengusiran mereka. Harapan satu-satunya ada pada Haji Toyib. Tapi apa hendak dikata nasib berkata lain. Mobil yang diharapkan bisa dipinjam dari haji Toyib untuk mengantar istrinya ke puksemas terdekat ternyata tidak juga didapatkan karena rumah Haji Toyib hancur tertimpa pohon. Nasib haji Toyib sendiri masih belum diketahui. Iwan menelan kegetirannya seorang diri.
Komentar Sahabat XBook
Belum Ada Komentar, Jadilah yang Pertama!
Untuk menulis komentar, sahabat harus login terlebih dahulu atau Login with Facebook