Setelah berusia 65 tahun. istri pak Mulia merasa disia=siakan oleh seisi rumahnya. Ia merasa disisihkan ketika keempat anaknya menikah. Perasaannya semakin luka setelah keempat anaknya itu pindah rumah, seizin ayah mereka. Saat merasa kesepian, ibu itu hanya mampu memandangi foto keempat anaknya. Ketika cucu- cucunya lahir, ia tidak diizinkan anak-anaknya membawa para cucu ke rumahnya. Ia menjadi bertambah terasing. Di hari tua, Pak Mulia asyik mengurus ikan-ikan di kolam. Lelaki itu sudah acuh tak acuh kepada istrinya. Hal ini sering membuat istrinya ngambek. Tetapi, walaupun dalam keadaan ngambek sang istri tetap menyediakan makan dan segala keperluan suaminya. Namun, kedua manusia lanjut usia itu saling mendiamkan beberapa saat. Ketika saling mendiamkan itulah, suatu ketika pak Mulia mengapung di kolam ikan. Istrinya panik. Perempuan itu berlari kearah kolam ikan. Apa sesungguhnya yang terjadi dengan pak Mulia yang penyabar itu? Benarkah dia merasa kecewa karena didiamkan sang istri dan bunuh diri di kolam ikan kesayangannya? Dan masih ada 24 cerpen lain yang tak kalah menariknya didalam buku ini!! |