Sebagai Muslimah keturunan, hidup Rumondang senantiasa berhadapan dengan masalah. Mulai masa lalunya sebagai anak gadis Wu Siao Lien- yang dianggap tidak bertanggung jawab- sampai kebencian keluarga ayahnya yang tak merestui perkawinan kedua orang tuanya itu. Gejolak batin yang datang makin kentara, saat statusnya sebagai pengacara dipertaruhkan dalam sidang pengadilan yang melibatkan keluarga besar kedua orang tuanya. Saat gulana datang mendera, ada tangan kukuh yang datang memberinya harapan dan juga kekuatan merenda masa depan membentuk rembulan sabit membulat purnama. |